Kamis, 02 Oktober 2014

Ford EcoSport Titanium Paling Diburu

Jakarta, KompasOtomotif - Ford Motor Indonesia (FMI) mulai meraup hasil positif dari model EcoSport. Berada di segmen low SUV (Sport Utility Vehicle), model tersebut bertarung dengan penguasa segmen, Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

EcoSport hadir dalam lima varian pilihan, yakni Ambiente M/T, Trend M/T, Trend A/T, Titanium M/T, dan Titanium A/T. Ditawarkan dengan harga mulai Rp 195,4 juta sampai Rp 242,4 juta, on the road Jakarta. Harga ini langsung menarik minat konsumen yang mencari SUV compact, dengan harga terjangkau.

Meski ada pilihan varian dengan harga di bawah Rp 200 juta, FMI malah mencatat permintaan tertinggi ada pada tipe paling mahal, Titanium. Bahkan varian dengan banderol Rp 242,2 juta itu mendominasi penjualan.

"Paling laris justru Titanium, dengan dominasi sampai 80 persen dari permintaan yang kami dapat. Ini memang cenderung terjadi saat melepas produk baru, dengan konsumen yang lebih mencari varian tertinggi," jelas Bagus Susanto, Managing Director FMI, pada acara Driving Skill for Life, di Jakarta, Sabtu (17/7/2014).

Versi Titanium punya kelebihan antara lain sunroof yang menambah kesan trendy sebagai lowSUV. Bermodalkan mesin 1.500 cc Ti-VCT, mampu menghasilkan tenaga maksimal 110 PS dan torsi 142 Nm. Fitur yang tersemat juga bisa disebut sempurna. Sebut saja EPAS (electric power-assisted steering), Pull-Drift Compensation dan Active Nibble Control.

Masih ada fitur keselamatan sebagai penunjang keamanan berkendara. Misalnya, Hill Launch Assist yang mampu menahan mobil selama tiga detik agar tidak tergelincir saat di tanjakan atau turunan. ABS (Antilock Braking System), kontrol traksi, ESP dan kantong udara yang semuanya menjadi peranti standar.

Ini Penyebab Ford EcoSport Inden Panjang

Jakarta, KompasOtomotif - EcoSport menjadi primadona baru Ford Motor Indonesia (FMI).Low SUV (Sport Utility Vehicle) ini terus diburu konsumen Indonesia, meski harus inden sampai tiga-empat bulan.

Pada Juni 2014 lalu, FMI menerima pemesanan 690 unit EcoSport dan ada 1.600 daftar inden yang diterima. Bagus Susanto, Managing Director FMI menjelaskan, angka itu diprediksi akan makin bertambah pada semester kedua nanti.

"Bulan lalu kami mencatat ada pemesanan 690 unit, dan ada inden sekitaa 1.600 unit. Ini bisa naik di semester kedua, karena penjualan akan semakin baik dan EcoSport juga sudah mulai dijual penuh. Mudah-mudahan di kuartal keempat sudah mulai bisa diterima konsumen," jelas Bagus yang ditemui pada acara Driving Skill for Life, Sabtu (19/7/2014).

Bagus melanjutkan, inden tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara Asia Tenggara lain. Suplai dari Thailand sebagai produsen, tidak cukup memenuhi permintaan negara-negara distributor.

"Ecosport sukses merata, bukan hanya di Indonesia. Kami sudah meminta penambahan suplai dari Thailand, tapi hanya ditambah sedikit. Mudah-mudahan kuartal empat semua sudah terpenuhi," tambah Bagus lagi.

FMI mulai memasarkan EcoSport sejak awal tahun ini, dan ditawarkan dengan harga mulai Rp 195,4 juta sampai Rp 242,4 juta, on the road Jakarta. Hadir dalam lima varian pilihan, yakni Ambiente M/T, Trend M/T, Trend A/T, Titanium M/T, dan Titanium A/T.

Ini Jadwal Peluncuran All-New Navara di Indonesia

Chiang Mai, KompasOtomotif – Nissan Motor Indonesia (NMI) mengungkapkan, generasi terbaru pikap kabin ganda, All-New Navara segera meluncur di awal 2015. Pilihan bulan masih belum ditetapkan, namun dari berbagai informasi internal NMI, kemungkinan besar pada Januari.
“Soal harga memang masih belum diputuskan, tapi peluncuran Navara baru pada 2015,” ungkap Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategy and Communication Division NMI, kepadaKompasOtomotif, Senin (21/7/2014).
Dijelaskan, jatah impor All-New Navara akan lebih besar dari generasi sebelumnya, sebab NMI menjanjikan pilihan varian lebih banyak. Suplai akan dilakukan dari pabrik kedua milik Nissan Motor Company di Thailand yang baru saja diresmikan.

Di fasilitas yang punya kemampuan produksi 150.000 unit per tahun itu hanya bertugas melahirkan Navara untuk diekspor ke-45 negara di seluruh dunia.
“Detail kuota impor untuk Indonesia tergantung kebutuhan konsumen. Sebisa mungkin kita akan suplai dengan maksimal,” tutup Budi.

Rabu, 17 September 2014

Nozza Grande, Skutik ”Blue Core” Pertama Yamaha

Ho Chi Minh City, KompasOtomotif – Akhirnya Yamaha menunjukkan terapan mesin Blue Core pada skutik, (19/7/2014). Jantung ramah lingkungan dengan energi berlimpah yang sudah disematkan pada FZ Series (Byson) di India, kini dipasang pada Nozza Grande, skutik premium yang saat ini dijual untuk pasar Vietnam.

Skutik ini memiliki tampang perpaduan gaya retro dan modern. Sedikit bongsor di bagian belakang, itu pun karena pertimbangan fungsi agar bagasi bisa dimasuki dua helm. Dimensi panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 1.820 mm, 685 mm, 1.145 mm. Teknologi LED menghiasi lampu belakang dan depan. Ketinggian jok 790 mm, disesuaikan postur orang Asia.
Panel speedometer kombinasi dengan layar LCD bisa menampilkan banyak informasi, mulai sisa bahan bakar, jam, sampai trip-meter. Untuk warna disediakan lima pilihan, abu-abu metalik, oranye, silver, biru, dan merah.

Mesin Blue Core yang digunakan adalah generasi pertama, tipe SOHC, silinder tunggal, 125 cc, injeksi, dengan pendinginan udara. Tenaga yang dihasilkan 10,7 PS @6.500rpm dan torsi maksimum 9,7 Nm @ 5.500 rpm. Dengan transmisi CVT, konsumsi bahan bakar diklaim mencapai 54 kpl.

Teknologi Blue Core Engine mengunakan filosofi yang menekankan efisiensi dan ramah lingkungan. Diklaim, mesin ini adalah solusi untuk kekuatan dan penghematan bahan bakar sekaligus.

Ada dua tipe yang ditawarkan, Nozza Grande standar dengan banderol 39.990.000 dong (Rp 21,9 juta) dan tipe DX seharga 41.990.000 dong (Rp 23 juta).

F1 Musim 2016 Diprediksi Pakai Ban 18 Inci

Milan, KompasOtomotif - Produsen ban asal Italia, Pirelli, sebagai pemasok ban Formula 1, menyiapkan ban dengan profil tipis mulai 2016 mendatang. Pimpinan Pirelli, Paul Hembery menjelaskan, ban low profile untuk jet darat itu akan berukuran 18 inci.

Pirelli pekan lalu sudah melakukan tes pertama dari prototipe ban profil rendah 18 inci di Sirkuit Silverstone, Inggris. Hasil laporan menunjukkan, karet bundar 18 inci bisa digunakan di ajang F1, tapi butuh pengembangan yang sempurna.

Saat ini, standar lama menggunakan ban dengan ukuran 13 inci, dan sudah tertuang dalam bentuk regulasi balapan. Tapi penggunaan ban model lawas ini dinilai tidak sejalan dengan perkembangan teknologi modern dan sudut estetika mobil. Ini menjadi alasan penggunaan ban profil rendah yang sedang dipertimbangkan.

Hembery mengakui, bahwa menggunakan ban profil rendah adalah tantangan tersendiri buat timnya dalam melakukan pengembangan. Karena, saat ini desain ban 13 inci dirasa lebih tangguh dan memberikan handling yang lebih mudah.

"FIA sudah berbicara tentang musim 2017. Saya pikir keputusan soal ban akan dikeluarkan tahun ini. Sekarang adalah kerangka waktu yang realistis, dan kami akan mencoba pengembangan ban profil tipis, yang sudah bisa diterapkan pada 2016," jelas Hembery seperti ditulis f1news, Selasa (15/7/2014).

Hembery melanjutkan, proses perancangan ban 18 atau 19 inci akan dilakukan dengan mobil balap GP2. Tapi, diakui akan banyak penelitian tambahan sebelum benar-benar siap dipakai mobil balap kecepatan ultra seperti F1.

Selasa, 16 September 2014

Menimbang Harga "MPV Sejuta Umat” Versi Mewah

Jakarta, KompasOtomotif – Selain menimbang desain eskterior dan interior serta kelengkapan yang sudah diurai sebelumnya, banderol juga jadi pertimbangan penting disegmen MPV sejuta umat. Sebagai varian tertinggi dari model kendaraan multiguna bawah (low MPV), rata-rata harga yang ditawarkan sudah berada di atas angka Rp 200 juta. Tapi harga para pemain LMPV premium ini beda-beda tipis satu sama lain.

Honda Mobilio RS tipe manual ditawarkan dengan harga Rp 204 juta, sedangkan tipe transmisi matik lebih mahal Rp 10 juta atau Rp 214 juta. Suzuki Ertiga Elegant punya banderol yang mirip dengan Mobilio RS. Tipe manual dibanderol Rp 203,1 juta, sementara model transmisi matik dijual Rp 214,5 juta.

Toyota Veloz Luzury adalah yang termurah dibanding dua kompetitor di atas. Tipe manual masih punya harga di bawah Rp 200 juta, tepatnya Rp 198,2 juta. Sementara model transmisi matik dilepas Rp 209,7 juta.

Kesimpulan
Honda Mobilio RS menjadi model paling menonjol di antara kompetitor. Dengan desain menarik dan penambahan banyak aksesoris. Poin minusnya hanya harga jual yang terbilang tinggi.

Hampir serupa dengan Mobilio RS, Suzuki Ertiga Elegant juga punya banyak poin plus. Kombinasi aksesoris membuat cukup pantas memakai kata Elegant. Kekurangannya ada di harga jual yang tinggi.

Toyota Veloz Luxury punya kelebihan di sisi harga jual, dengan banderol yang lebih murah dibanding Mobilio RS dan Ertiga Elegant. Tapi, desain minimalis dan ubahan fitur yang tidak terlalu banyak, membuat Veloz Luxury mirip dengan tipe standar.

Senin, 15 September 2014

BMW Berambisi Pertahankan Tahta Premium

Incheon, KompasOtomotif - Grup BMW berambisi mempertahankan tahtanya sebagai produsen mobil premium terlaris di dunia, di atas rival senegaranya, Audi dan Mercedes-Benz. Tahun ini, pabrikan yang berbasis di Munich, Jerman itu berharap penjualan menyentuh rekor baru.

"Target kami melebihi 2 juta unit mobil dan sepeda motor, dalam seluruh merek di bawah naungan kami tahun ini. Kami mau mempertahankan posisi di segmen premium," jelas Ian Robertson, Kelapa divisi Penjualan BMW di Incheon, Korea Selatan, seperti dilansir Automotive News(14/7/2014).

Saat ini, Grup BMW menaungi beberapa merek mobil premium, yakni BMW, MINI, dan Rolls-Royce. Termasuk divisi manufaktur sepeda motor BMW Motorrad.

Tahun lalu, BMW berhasil memimpin penjualan premium dengan torehan 1,96 juta unit. Dengan target 2 juta tahun ini, sepertinya jumlah itu tidak terlalu sulit akan dicapainya. Buktinya, dalam setengah tahun  penjualan naik 7 persen menjadi 1,02 juta unit.

Di sisi lain, Rupert Stadler, Chief Executive Officer Audi, pekan lalu mengatakan, perusahaan berharap bisa melampaui hasil tahun lalu di level 1,57 juta unit. Sementara untuk periode Januari-Juni 2014, Audi mengaku sudah berhasil menjual 869.350 unit.

Sedangkan, Mercedes-Benz mengaku penjualan semester pertama tahun ini melesat 11 persen menjadi 830.336 unit.