Rabu, 12 November 2014

Begini Tampilan Juke Edisi 80 Tahun Nissan

Tokyo, KompasOtomotif - Nissan Motor Corporation mengenalkan Juke 2015 yang bertepatan dengan ulang tahun perusahaan ke 80. Juke edisi 80 tahun ini dikemas spesial menggunakan warna khas model ikonis Nissan, Z-Car dan Skyline GT-R.

Juke 2015 tersedia dengan warna Sunflare Orange dan Deep Maroon yang identik dengan Fairlady Z 1969, atau lebih dikenal di Amerika Serikat sebagai Datsun 240Z. Sedangkan contekan warna Skyline ada di pilihan Aurora Flare Blue Pearl, yang terinspirasi dari warna Bayside Blue milik R34 Skyline GT-R.

Ada juga kelir Brilliant White Pearl dan pilihan warna bendera Jepang. Semua varian edisi 80Anniversary ini sudah dilengkapi dengan pelek warna perunggu, serta  pelindung kaca spion danhandle pintu yang berlapis krom.

Sebagai bagian dari personalisasi, konsumen juga diberikan pilihan warna berbeda buat coverspion, handle pintu, lampu depan dan lampu kabut. Calon pembeli bisa memilih desain interior seperti warna jok. konsol tengah, tuas persneling serta armrest di pintu yang bisa dikustomisasi.

Mesin Juke 80 Anniversary Edition ini menggunakan versi empat silinder segaris 1,5 liter dengan sistem penggerak roda depan. Juga dihadirkan versi turbo pada mesin empat silinder segaris 1,6 liter, dengan sistem gerak semua roda (all wheel drive).

10 Dasar Berkendara Aman ala Ford [Bagian 2]

Jakarta, KompasOtomotif - Ada lima cara lanjutan sebagai dasar berkendara aman saat mudik, yang dipaparkan instruktur JDDC, Poedyo Ipung, kepada beberapa komunitas mobil di DSFL, Sabtu (19/7/2014), di Jakarta.

6. Perpindahan gigi yang ideal
Sesuaikan perpindahan gigi dengan kondisi putaran mesin. Berkendara di rentang kecepatan mesin yang ideal antara 1.500 RPM - 2.500 RPM, agar mendapatkan torsi yang maksimal dan efisien. Melaju dengan konstan, dengan menginjak pedal gas secara lembut. Hindari akselerasi dan pengereman secara berlebihan dan mendadak. Selain boros bahan bakar juga membuat perjalanan kurang nyaman.

7. Gunakan momentum energi mesin
Manfaatkan selalu momentum laju kendaraan untuk menghemat bahan bakar. Caranya, kurangi tekanan pada pedal gas atau lepaskan sama sekali, menjelang berhenti di lampu lalu lintas atau di jalanan menurun. Ini juga bisa dimanfaatkan saat mengubah arah kendaraan, sesaat bertemu dengan kepadatan lalu lintas, dan saat berhenti sejenak di persimpangan.

8. Matikan mesin secara efektif
Ketika hendak berhenti untuk istirahat sejenak atau hendak ke toilet, ada baiknya mematikan mesin. Atau melakukan aktivitas yang diperkirakan mobil berhenti lebih dari 3 menit. Konsumsi BBM saat kendaraan diam selama tiga menit, sama dengan melaju satu kilometer dengan kecepatan konstan 50 kpj.

9. Tekanan angin ban
Sesuaikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan, dan periksa saat ban dalam kondisi dingin. Untuk mengetahui anjuran tekanan normal ban, bisa dilihat pada sisi pilar B di sisi dekat pengait  pintu pengemudi. Tekanan angin yang lebih sedikit bisa berpengaruh pada stabilitas dan juga kerja berat bagi dinding ban. Jika didiamkan dalam waktu lama dan bobot yang berat makan tidak menutup kemungkinan dinding ban akan getas dan mudah pecah. Tekanan berlebih juga bisa mengakibatkan ban pecah jika terjadi proses pemuaian yang tinggi akibat panas. Perhatikan pula alur ban masih layak untuk digunakan.

10. Singkirkan beban yang tidak digunakan
Sebaiknya jangan membebani kendaraan dengan barang berlebihan. Baik itu peralatan aksesoris,sound system atau mengangkut barang di atap yang sembarangan dan tidak menggunakan perangkat khusus (roof box). Beban berlebih bisa membuat konsumsi BBM lebih boros dan mengganggu stabilitas. Atau bila terpaksa membawa banyak beban, perhatikan kecepatan kendaraan, agar tetap aman.

Itulah paparan 10 cara aman mudik ala Ford Motor Indonesia dan Jakarta Defensive Driving Center. Tetap tertib berkendara dan patuhi rambu lalu lintas. Selamat mudik!

Hati-hati, Kecelakaan Sering Terjadi Saat Arus Balik

Jakarta, KompasOtomotif – Data yang dilansir Korlantas Polri menyebutkan, pada 2013, 44,13 persen kecelakaan terjadi pada arus balik. Periode ini merupakan perjalanan dari kampung halaman menuju kota tempat tinggal. Sumbangan kecelakaan selama arus balik pada 2013 tercatat rata-rata sekitar 90 kasus per hari, sedangkan periode arus mudik 87 kasus per hari.

Muncul pertanyaan, apakah ada aspek tergesa-gesa? Dalam diskusi Mudik Selamat, Meredam Petaka Jalan Raya yang digelar Independent Bikers Club (IBC) di Jakarta, Sabtu (19/7), Ketua Road Safety Association Edo Rusyanto mengurai dan menganalisa penyebabnya.

Dikatakan, ada tiga kemungkinan arus balik menjadi ”mesin pembunuh” di jalan raya. Berikut poin-poinnya:

1. Tergesa-gesa. 
Saat kembali ke kota asal, ada tren memilih waktu yang mepet dengan hari masuk kerja. Misalnya, masuk kerja Senin, maka kembali ke kota asal pada Minggu. Praktis, kondisi waktu yang mepet bisa mendorong berkendara yang tergesa-gesa.

2. Kurang disiplin. 
Lantaran tergesa-gesa, seseorang cenderung melakukan pelanggaran aturan lalu lintas jalan. Terlebih bila jumlah petugas yang mengatur lalu lintas juga berkurang. ”Nah, kalau sudah begini, sudah selangkah lagi untuk terjebak dalam petaka di jalan raya. Tak aneh jika kemudian ternyata kasus kecelakaan yang dipicu oleh mendahului kendaraan dengan sembrono jumlahnya melonjak, yakni dari 33 menjadi 46 kasus per hari,” jelas Edo.

3. Kurang istirahat. 
Saat arus mudik biasanya kita banyak menjumpai pos-pos peristirahatan yang dibangun oleh berbagai pemangku kepentingan keselamatan jalan. Atau, posko-posko yang dibuat oleh korporasi swasta maupun BUMN. Namun, saat arus balik, pos-posnya barangkali sudah tidak seefektif pada arus mudik, sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat.

Atau kata Edo, bisa jadi ada alasan spesifik lain. Kalau merujuk data Korlantas Polri, saat arus mudik dan balik Lebaran 2013, selain mendahului kendaraan, kasus yang melonjak adalah tidak menjaga jarak, yakni dari empat kasus per hari menjadi 14 kasus per hari.

”Karena itu, siapkan diri dengan baik, termasuk manajemen perjalanan yang tepat untuk mengatur waktu istirahat dan waktu berkendara,” pesan Edo.

Kamis, 02 Oktober 2014

Ford EcoSport Titanium Paling Diburu

Jakarta, KompasOtomotif - Ford Motor Indonesia (FMI) mulai meraup hasil positif dari model EcoSport. Berada di segmen low SUV (Sport Utility Vehicle), model tersebut bertarung dengan penguasa segmen, Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

EcoSport hadir dalam lima varian pilihan, yakni Ambiente M/T, Trend M/T, Trend A/T, Titanium M/T, dan Titanium A/T. Ditawarkan dengan harga mulai Rp 195,4 juta sampai Rp 242,4 juta, on the road Jakarta. Harga ini langsung menarik minat konsumen yang mencari SUV compact, dengan harga terjangkau.

Meski ada pilihan varian dengan harga di bawah Rp 200 juta, FMI malah mencatat permintaan tertinggi ada pada tipe paling mahal, Titanium. Bahkan varian dengan banderol Rp 242,2 juta itu mendominasi penjualan.

"Paling laris justru Titanium, dengan dominasi sampai 80 persen dari permintaan yang kami dapat. Ini memang cenderung terjadi saat melepas produk baru, dengan konsumen yang lebih mencari varian tertinggi," jelas Bagus Susanto, Managing Director FMI, pada acara Driving Skill for Life, di Jakarta, Sabtu (17/7/2014).

Versi Titanium punya kelebihan antara lain sunroof yang menambah kesan trendy sebagai lowSUV. Bermodalkan mesin 1.500 cc Ti-VCT, mampu menghasilkan tenaga maksimal 110 PS dan torsi 142 Nm. Fitur yang tersemat juga bisa disebut sempurna. Sebut saja EPAS (electric power-assisted steering), Pull-Drift Compensation dan Active Nibble Control.

Masih ada fitur keselamatan sebagai penunjang keamanan berkendara. Misalnya, Hill Launch Assist yang mampu menahan mobil selama tiga detik agar tidak tergelincir saat di tanjakan atau turunan. ABS (Antilock Braking System), kontrol traksi, ESP dan kantong udara yang semuanya menjadi peranti standar.

Ini Penyebab Ford EcoSport Inden Panjang

Jakarta, KompasOtomotif - EcoSport menjadi primadona baru Ford Motor Indonesia (FMI).Low SUV (Sport Utility Vehicle) ini terus diburu konsumen Indonesia, meski harus inden sampai tiga-empat bulan.

Pada Juni 2014 lalu, FMI menerima pemesanan 690 unit EcoSport dan ada 1.600 daftar inden yang diterima. Bagus Susanto, Managing Director FMI menjelaskan, angka itu diprediksi akan makin bertambah pada semester kedua nanti.

"Bulan lalu kami mencatat ada pemesanan 690 unit, dan ada inden sekitaa 1.600 unit. Ini bisa naik di semester kedua, karena penjualan akan semakin baik dan EcoSport juga sudah mulai dijual penuh. Mudah-mudahan di kuartal keempat sudah mulai bisa diterima konsumen," jelas Bagus yang ditemui pada acara Driving Skill for Life, Sabtu (19/7/2014).

Bagus melanjutkan, inden tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara Asia Tenggara lain. Suplai dari Thailand sebagai produsen, tidak cukup memenuhi permintaan negara-negara distributor.

"Ecosport sukses merata, bukan hanya di Indonesia. Kami sudah meminta penambahan suplai dari Thailand, tapi hanya ditambah sedikit. Mudah-mudahan kuartal empat semua sudah terpenuhi," tambah Bagus lagi.

FMI mulai memasarkan EcoSport sejak awal tahun ini, dan ditawarkan dengan harga mulai Rp 195,4 juta sampai Rp 242,4 juta, on the road Jakarta. Hadir dalam lima varian pilihan, yakni Ambiente M/T, Trend M/T, Trend A/T, Titanium M/T, dan Titanium A/T.

Ini Jadwal Peluncuran All-New Navara di Indonesia

Chiang Mai, KompasOtomotif – Nissan Motor Indonesia (NMI) mengungkapkan, generasi terbaru pikap kabin ganda, All-New Navara segera meluncur di awal 2015. Pilihan bulan masih belum ditetapkan, namun dari berbagai informasi internal NMI, kemungkinan besar pada Januari.
“Soal harga memang masih belum diputuskan, tapi peluncuran Navara baru pada 2015,” ungkap Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategy and Communication Division NMI, kepadaKompasOtomotif, Senin (21/7/2014).
Dijelaskan, jatah impor All-New Navara akan lebih besar dari generasi sebelumnya, sebab NMI menjanjikan pilihan varian lebih banyak. Suplai akan dilakukan dari pabrik kedua milik Nissan Motor Company di Thailand yang baru saja diresmikan.

Di fasilitas yang punya kemampuan produksi 150.000 unit per tahun itu hanya bertugas melahirkan Navara untuk diekspor ke-45 negara di seluruh dunia.
“Detail kuota impor untuk Indonesia tergantung kebutuhan konsumen. Sebisa mungkin kita akan suplai dengan maksimal,” tutup Budi.

Rabu, 17 September 2014

Nozza Grande, Skutik ”Blue Core” Pertama Yamaha

Ho Chi Minh City, KompasOtomotif – Akhirnya Yamaha menunjukkan terapan mesin Blue Core pada skutik, (19/7/2014). Jantung ramah lingkungan dengan energi berlimpah yang sudah disematkan pada FZ Series (Byson) di India, kini dipasang pada Nozza Grande, skutik premium yang saat ini dijual untuk pasar Vietnam.

Skutik ini memiliki tampang perpaduan gaya retro dan modern. Sedikit bongsor di bagian belakang, itu pun karena pertimbangan fungsi agar bagasi bisa dimasuki dua helm. Dimensi panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 1.820 mm, 685 mm, 1.145 mm. Teknologi LED menghiasi lampu belakang dan depan. Ketinggian jok 790 mm, disesuaikan postur orang Asia.
Panel speedometer kombinasi dengan layar LCD bisa menampilkan banyak informasi, mulai sisa bahan bakar, jam, sampai trip-meter. Untuk warna disediakan lima pilihan, abu-abu metalik, oranye, silver, biru, dan merah.

Mesin Blue Core yang digunakan adalah generasi pertama, tipe SOHC, silinder tunggal, 125 cc, injeksi, dengan pendinginan udara. Tenaga yang dihasilkan 10,7 PS @6.500rpm dan torsi maksimum 9,7 Nm @ 5.500 rpm. Dengan transmisi CVT, konsumsi bahan bakar diklaim mencapai 54 kpl.

Teknologi Blue Core Engine mengunakan filosofi yang menekankan efisiensi dan ramah lingkungan. Diklaim, mesin ini adalah solusi untuk kekuatan dan penghematan bahan bakar sekaligus.

Ada dua tipe yang ditawarkan, Nozza Grande standar dengan banderol 39.990.000 dong (Rp 21,9 juta) dan tipe DX seharga 41.990.000 dong (Rp 23 juta).