Jumat, 28 November 2014

Mitsubishi Tunggu Pemerintah Soal Konversi BBM ke BBG

Jakarta, KompasOtomotif – Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai distributor kendaraan Mitsubishi di Indonesia mengatakan siap bersinergi bila Pemerintah Indonesia akhirnya mulai serius menggarap konversi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas (BBG).
“Apapun keputusan pemerintah mengenai pemakaian bahan bakar gas, kami sebagai produsen selalu siap mendukung pemerintah,” ungkap Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran Eksekutif KTB, di stan Mitsubishi komersial pada IIMS 2014, Senin (22/9/2014).
Di Thailand, lanjut Rizwan, Mitsubishi sudah memasarkan truk berbahan bakar gas alam terkompresi (CNG). Menurutnya, tidak sulit buat Mitsubishi mengadaptasikan teknologi itu di Indonesia.

“Kami tahu ada beberapa produsen dari China yang memperkenalkan truk CNG di IIMS, tetapi semuanya kita tunggu saja keputusan pemerintah untuk konversi dari BBM ke gas. Kami, Mitsubishi, siap,” terang Rizwan.
Semester duaRizwan mengatakan total penjualan mobil di Indonesia tengah menurun, perlambatan pertumbuhan tidak hanya terjadi di mobil penumpang, tapi juga mobil komersial. Namun keyakinan pertumbuhan masih ada, Rizwan berharap pemerintahan baru yang akan diusung Joko Widodo bisa menghembuskan nafas segar untuk perkembangan otomotif nasional.
“Apa boleh buat kalau sudah turun ya turun, tapi kami akan kejar di semester kedua. Pada semester dua, optimisme timbul karena akan ada pemerintahan baru. Sebenarnya, September juga sudah mulai meningkat dibanding Agustus, semoga meningkat terus setelah ada kepastian politik,” tutup Rizwan.

Daihatsu Terios Spirit Siap Meluncur Awal 2015

Jakarta, KompasOtomotif - Diam-diam Daihatsu Indonesia siap meremajakan tampilan Terios mulai tahun depan. Bahkan, salah satu produsen mobil terbesar di Indonesia ini, mulai menjajaki model terbarunya di gelaran IIMS 2014.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memboyong Terios Spirit sebagai model acuan modifikasi di pameran otomotif terbesar di Indonesia. Tapi, sebenarnya model ini bukan sekedar contoh atau acuan modifikasi bagi para pengguna atau pengunjung pameran, melainkan cikal bakal penyegaran yang dilakukan Daihatsu terhadap Terios.

"Terios baru memang sudah siap kami luncurkan, nanti model produksinya akan mirip seperti itu (Spirit), tahun depan," jelas Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM kepada KompasOtomotif, Jumat (19/9/2014). Informasi tambahan dari internal peluncuran model penyegaran ini akan dilakukan, kuartal pertama 2015.

Bahkan, menurut Amelia, persiapan berupa aksesoris tambahan sudah dibicarakan dengan mitra perusahaan lain di bawah naungan Grup Astra. Artinya, peluncuran memang sudah siap dilakukan.

Ubahan Terios Spirit dikonsentrasi hanya pada bagian wajah (facia) mulai dari lampu depan, gril, dan bemper. Lampu depanya sudah dilengkapi LED dan proyektor. Bemper depan dengan aksen krom membuat penampilan SUV kota ini terlihat lebih elegan. Pemilihan pelek palang banyak dengan kombinasi hitam dan krom, serta diameter lebih besar membuat kesanan garang tetap terjaga.

Sedangkan di bagian belakang, relatif tidak banyak berubah, hanya mika lampu yang diubah jadi transparan.

Dengan adanya penyegaran ini, otomatis sang kakak Toyota Rush juga dipastikan akan mendapat penyegaran juga tahun depan. Tapi, informasi soal ini masih dijaga ketat oleh Toyota.

Kamis, 27 November 2014

Toyota Vios TRD Sportivo Lebih Mahal Rp 16 Juta

Jakarta, KompasOtomotif – PT Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan Vios TRD Sportivo di IIMS 2014, JI Expo, Kemayoran, Senin (22/9/2014). Varian ini melengkapi tipe sedan kompak generasi ketiga tersebut. Berarti saat ini ada pilihan menjadi E M/T dan A/T, G M/T dan A/T, lalu TRD Sportivo M/T dan A/T.

Perubahan wajah ini sepenuhnya dilakukan tim Product Planning and Development Division TAM untuk menyesuaikan dengan selera konsumen Indonesia. Versi baru ini juga sudah mendapat persetujuan dari Toyota Motor Corporation (TMC) Jepang, sekaligus Toyota Thailand, karena model ini akan berlabuh juga di Negeri Gajah Putih.

”Pengembangan kami lakukan selama 12 bulan. Setiap komponen tambahan disesuaikan dengantaste masyarakat Indonesia yang disesuaikan dengan selera masyarakat Thailand,” ujar Donny Adhi Yuwono, Chief Designer Product Planning and Development Division TAM, Senin (22/9/2014).

Sport
Secara keseluruhan, penampilan semakin sporty dan tampak lebih aerodinamis. Hal ini berkat penambahan body kit di bagian depan, samping, juga belakang. Dijelaskan, aliran garis jika diurai dalam sketsa akan mengalir dari depan ke belakang demi berkesan kencang.

Dari sisi penghasil tenaga, Vios TRD Sportivo tidak mengalami perubahan, tetap menggunakan mesin 1NZ-FE ETCS-I, 1.5L, 16 katup, DOHC, VVT-i. Jantung pacu tersebut diklaim mampu memberikan tenaga optimal, namun hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Harga lebih mahal Rp 16 juta dibanding tipe G. Selisih harga ini berlaku untuk semua tipe transmisi. Banderol yang tertera pada daftar harga adalah Rp 286.750.000 (M/T) dan Rp 299.350.000 untuk tipe transmisi otomatik.

Pemasaran Swift Sport Andalkan Mulut ke Mulut

Jakarta, KompasOtomotif – Fokus Suzuki Indomobil Sales (SIS) R4 untuk Swift Sport memang bukan mengejar volume penjualan tapi sebagai “penghangat” citra Suzuki di Tanah Air. Pemasaran varian Swift paling “panas” ini pun sebenarnya tak gencar dilakukan, informasi yang beredar bergerak dari mulut ke mulut.
“Pembeli Swift Sport memang hanya kalangan tertentu, mereka yang menghendaki mobil peforma. Pemasarannya lebih mengarah dari mulut ke mulut, beredar begitu saja di antara mereka,” ujar Kepala Penjualan Nasional SIS R4 Gunardi Prakosa, selepas peluncuran APV New Luxury di stan Suzuki, Sabtu (20/9/2014).
Menurut data wholesales Gaikindo, ada 81 unit Swift Sport yang terjual di pasaran sepanjang Januari – Agustus 2014. Berarti setidaknya ada 10 unit laku setiap bulan. Gunardi menjelaskan, Swift Sport yang dibekali mesin M16A bertenaga maksimum 136 tk dan torsi 160 Nm ini masih akan terus dijual sebab masih punya potensi.
StokBerbeda dengan Swift yang diimpor (CBU) dari Thailand, khusus varian Sport dkirim langsung dari Jepang. Endang Johari, CBU Product Development Group SIS R4 mengungkapkan, awal September stok telah bertambah belasan unit, semuanya ditampung di fasilitas Suzuki di Cakung, Jakarta Timur.
“Baru saja datang (impor), ga jauh bedanya sama model lain. Tidak ada pengurangan spek untuk Indonesia, semua unit Swift Sport yang dikirim ke sini spek Asia, beda dengan Eropa,” jelas Endang.

Rabu, 12 November 2014

Begini Tampilan Juke Edisi 80 Tahun Nissan

Tokyo, KompasOtomotif - Nissan Motor Corporation mengenalkan Juke 2015 yang bertepatan dengan ulang tahun perusahaan ke 80. Juke edisi 80 tahun ini dikemas spesial menggunakan warna khas model ikonis Nissan, Z-Car dan Skyline GT-R.

Juke 2015 tersedia dengan warna Sunflare Orange dan Deep Maroon yang identik dengan Fairlady Z 1969, atau lebih dikenal di Amerika Serikat sebagai Datsun 240Z. Sedangkan contekan warna Skyline ada di pilihan Aurora Flare Blue Pearl, yang terinspirasi dari warna Bayside Blue milik R34 Skyline GT-R.

Ada juga kelir Brilliant White Pearl dan pilihan warna bendera Jepang. Semua varian edisi 80Anniversary ini sudah dilengkapi dengan pelek warna perunggu, serta  pelindung kaca spion danhandle pintu yang berlapis krom.

Sebagai bagian dari personalisasi, konsumen juga diberikan pilihan warna berbeda buat coverspion, handle pintu, lampu depan dan lampu kabut. Calon pembeli bisa memilih desain interior seperti warna jok. konsol tengah, tuas persneling serta armrest di pintu yang bisa dikustomisasi.

Mesin Juke 80 Anniversary Edition ini menggunakan versi empat silinder segaris 1,5 liter dengan sistem penggerak roda depan. Juga dihadirkan versi turbo pada mesin empat silinder segaris 1,6 liter, dengan sistem gerak semua roda (all wheel drive).

10 Dasar Berkendara Aman ala Ford [Bagian 2]

Jakarta, KompasOtomotif - Ada lima cara lanjutan sebagai dasar berkendara aman saat mudik, yang dipaparkan instruktur JDDC, Poedyo Ipung, kepada beberapa komunitas mobil di DSFL, Sabtu (19/7/2014), di Jakarta.

6. Perpindahan gigi yang ideal
Sesuaikan perpindahan gigi dengan kondisi putaran mesin. Berkendara di rentang kecepatan mesin yang ideal antara 1.500 RPM - 2.500 RPM, agar mendapatkan torsi yang maksimal dan efisien. Melaju dengan konstan, dengan menginjak pedal gas secara lembut. Hindari akselerasi dan pengereman secara berlebihan dan mendadak. Selain boros bahan bakar juga membuat perjalanan kurang nyaman.

7. Gunakan momentum energi mesin
Manfaatkan selalu momentum laju kendaraan untuk menghemat bahan bakar. Caranya, kurangi tekanan pada pedal gas atau lepaskan sama sekali, menjelang berhenti di lampu lalu lintas atau di jalanan menurun. Ini juga bisa dimanfaatkan saat mengubah arah kendaraan, sesaat bertemu dengan kepadatan lalu lintas, dan saat berhenti sejenak di persimpangan.

8. Matikan mesin secara efektif
Ketika hendak berhenti untuk istirahat sejenak atau hendak ke toilet, ada baiknya mematikan mesin. Atau melakukan aktivitas yang diperkirakan mobil berhenti lebih dari 3 menit. Konsumsi BBM saat kendaraan diam selama tiga menit, sama dengan melaju satu kilometer dengan kecepatan konstan 50 kpj.

9. Tekanan angin ban
Sesuaikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan, dan periksa saat ban dalam kondisi dingin. Untuk mengetahui anjuran tekanan normal ban, bisa dilihat pada sisi pilar B di sisi dekat pengait  pintu pengemudi. Tekanan angin yang lebih sedikit bisa berpengaruh pada stabilitas dan juga kerja berat bagi dinding ban. Jika didiamkan dalam waktu lama dan bobot yang berat makan tidak menutup kemungkinan dinding ban akan getas dan mudah pecah. Tekanan berlebih juga bisa mengakibatkan ban pecah jika terjadi proses pemuaian yang tinggi akibat panas. Perhatikan pula alur ban masih layak untuk digunakan.

10. Singkirkan beban yang tidak digunakan
Sebaiknya jangan membebani kendaraan dengan barang berlebihan. Baik itu peralatan aksesoris,sound system atau mengangkut barang di atap yang sembarangan dan tidak menggunakan perangkat khusus (roof box). Beban berlebih bisa membuat konsumsi BBM lebih boros dan mengganggu stabilitas. Atau bila terpaksa membawa banyak beban, perhatikan kecepatan kendaraan, agar tetap aman.

Itulah paparan 10 cara aman mudik ala Ford Motor Indonesia dan Jakarta Defensive Driving Center. Tetap tertib berkendara dan patuhi rambu lalu lintas. Selamat mudik!

Hati-hati, Kecelakaan Sering Terjadi Saat Arus Balik

Jakarta, KompasOtomotif – Data yang dilansir Korlantas Polri menyebutkan, pada 2013, 44,13 persen kecelakaan terjadi pada arus balik. Periode ini merupakan perjalanan dari kampung halaman menuju kota tempat tinggal. Sumbangan kecelakaan selama arus balik pada 2013 tercatat rata-rata sekitar 90 kasus per hari, sedangkan periode arus mudik 87 kasus per hari.

Muncul pertanyaan, apakah ada aspek tergesa-gesa? Dalam diskusi Mudik Selamat, Meredam Petaka Jalan Raya yang digelar Independent Bikers Club (IBC) di Jakarta, Sabtu (19/7), Ketua Road Safety Association Edo Rusyanto mengurai dan menganalisa penyebabnya.

Dikatakan, ada tiga kemungkinan arus balik menjadi ”mesin pembunuh” di jalan raya. Berikut poin-poinnya:

1. Tergesa-gesa. 
Saat kembali ke kota asal, ada tren memilih waktu yang mepet dengan hari masuk kerja. Misalnya, masuk kerja Senin, maka kembali ke kota asal pada Minggu. Praktis, kondisi waktu yang mepet bisa mendorong berkendara yang tergesa-gesa.

2. Kurang disiplin. 
Lantaran tergesa-gesa, seseorang cenderung melakukan pelanggaran aturan lalu lintas jalan. Terlebih bila jumlah petugas yang mengatur lalu lintas juga berkurang. ”Nah, kalau sudah begini, sudah selangkah lagi untuk terjebak dalam petaka di jalan raya. Tak aneh jika kemudian ternyata kasus kecelakaan yang dipicu oleh mendahului kendaraan dengan sembrono jumlahnya melonjak, yakni dari 33 menjadi 46 kasus per hari,” jelas Edo.

3. Kurang istirahat. 
Saat arus mudik biasanya kita banyak menjumpai pos-pos peristirahatan yang dibangun oleh berbagai pemangku kepentingan keselamatan jalan. Atau, posko-posko yang dibuat oleh korporasi swasta maupun BUMN. Namun, saat arus balik, pos-posnya barangkali sudah tidak seefektif pada arus mudik, sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat.

Atau kata Edo, bisa jadi ada alasan spesifik lain. Kalau merujuk data Korlantas Polri, saat arus mudik dan balik Lebaran 2013, selain mendahului kendaraan, kasus yang melonjak adalah tidak menjaga jarak, yakni dari empat kasus per hari menjadi 14 kasus per hari.

”Karena itu, siapkan diri dengan baik, termasuk manajemen perjalanan yang tepat untuk mengatur waktu istirahat dan waktu berkendara,” pesan Edo.